Memories [Chapter 2]

Tittle : Memories

Main Cast : Luhan and Sehun

Support Cast : Sungmin,Kris and others

Genre : Brothership,Sad,Angst

Rating : T

Warning : Typo(s),OOC,etc

Continue reading

Advertisements

Memories [Chapter 1]

Tittle : Memories

Main Cast : Luhan and …

Support Cast : Sungmin,Kris and others

Genre : Brothership,Sad,Angst

Rating : T

Warning : Typo(s),OOC,etc

Recommended Song : Memories & Storm Super Junior

>>>

Chapter 1 : Rain

>>>

Seandainya kau masih disini…

Aku ingin mengenang kenangan ini bersamamu.

Kenangan…

Saat kita pertama kali bertemu.

>>>

ZRAAASSHHHH…

Seorang namja mungil tampak berteduh di bawah halte bus.Tubuhnya menggigil,menandakan ia kedinginan.Sesekali ia menggosok gosok kedua telapak tangannya.

“Sungmin-ge…Dimana kau?…”gumam namja mungil itu,“Aisshh…Lama sekali.”

Drrt…Drrrt…ponsel milik namja mungil itu bergetar,menandakan ada telepon masuk.Namja mungil itu secara terburu buru mengangkat telepon itu saat melihat siapa yang menelponnya.

“Yeobseyeo….Ge,kenapa gege belum datang??”tanya namja mungil itu,“Mwo?…Lalu aku pulang dengan siapa ge?…Sendiri?…Aisshh…Ne,gwenchana…Bye.”

Namja itu memasukkan ponselnya ke sakunya,kemudian menatap ke depannya.Hujan masih turun dengan deras.Sialnya,namja itu tidak membawa jaket.Namja itu kembali menggosok sosok kedua telapak tangannya.

Pluk.

Sebuah benda lembut mengenai punggungnya.Namja itu kemudian mengambil benda tadi yang ternyata adalah sebuah jaket.Ia menatap sekelilingnya dan mendapati seorang namja lain yang lebih tinggi darinya tengah berdiri di sampingnya sambil tersenyum padanya.

“Pakailah.Kau terlihat kedinginan.”ucap namja tinggi itu,“Nanti kau sakit.”

“Bagaimana denganmu?…Nanti kau juga sakit…”balas namja mungil itu

“Gwenchana.Aku bisa pinjam jaket temanku.”

“Emm…Gamsa hamnida…”

“Cheonmanieyo.”

Namja tinggi itu tersenyum simpul,lalu menatap jam tangannya,“Hah?…Aigoo!…Aku terlambat!…Permisi!…”

“E-Eh?…Chakkamanieyo!!”seru namja mungil itu.Namun tampaknya tak didengar oleh si namja tinggi,karena namja tinggi itu sudah berlari menjauh dari namja mungil itu.

“Aisshh…Luhan paboya!!…Kau bahkan belum sempat menanyakan namanya.Bagaimana cara kau mengembalikan jaket ini?…”rutuk namja mungil itu pada dirinya sendiri,lalu menatap jaket yang ada di tangannya,“Lagipula,ini kan jaket mahal…”

Namja bernama Luhan itu menghela nafas.Kemudian mulai berjalan menjauh dari halte bis saat hujan mulai reda.

>>>

“Gwenchana Luhan-ah,toh dia juga tidak akan menyalahkanmu.Dia juga tidak tahu namamu.Jadi,mengapa kau harus cemas?…”ucap Sungmin sambil meminum bubble teanya

“Ge,…Tapi ini jaket mahal.Aku harus mengembalikan jaket ini padanya.”balas Luhan sambil menghela nafas,“Ini semua karena gege tidak menjemputku tadi.”

“Aigoo…Luhan-ah,bukankah sudah kubilang,panggil aku ‘hyung’…Bukan ‘gege’…Aku bukan orang China,dan aku juga tidak terlalu terbiasa dipanggil ‘gege’…”Sungmin memainkan sedotan bubble teanya,“Aku tidak menjemputmu karena aku ada urusan.”

“Hehehe…Aku sudah menganggap Sungmin hyung sebagai kakakku sendiri,makanya aku memanggil hyung dengan sebutan ‘gege’…”

“Ya sudah,aku mau pulang dulu.Nanti malam,datanglah ke rumahku.Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu.”

“Siapa?”

“Rahasia.”

Luhan mempoutkan bibirnya.Sungmin tertawa kecil,lalu mengacak rambut Luhan.

“Sudahlah…Toh,nanti kau akan tahu sendiri.Sampaikan salamku pada appa dan eommamu,ne?”ucap Sungmin sambil terkekeh.Luhan mengangguk.

“Sampai jumpa,gege!!”seru Luhan sambil melambaikan tangan pada Sungmin yang tengah menaiki sepedanya

“Mwoya?…Panggil aku ‘hyung’!!”protes Sungmin sambil tertawa dan mulai mengayuh sepedanya.Luhan pun ikut tertawa,lalu menutup pintu rumahnya.

“Sungmin-ge ada benarnya…Namja itu tidak akan menyalahkanku.”gumam Luhan sambil menatap jaket yang dipinjamkan oleh namja di halte bus tadi,“Tapi…Ah,sudahlah.”

Luhan menghempaskan dirinya ke sofa.Perlahan ia memejamkan matanya,sebelum akhirnya ia tertidur.

>>>

“Yak,sampai kapan kau akan tertidur?”

Luhan membuka matanya perlahan,kemudian menguap sebentar.Otaknya masih mencerna siapa namja yang kini sedang duduk di hadapannya.Tak lama kemudian,ia bangkit untuk duduk.

“Eung?…Sungmin hyung?…”ucap Luhan sambil mengerjap-ngerjapkan matanya,“Ada apa?”

“Kau lupa?…Malam ini,ada seseorang yang ingin bertemu denganmu.”balas Sungmin sambil tertawa kecil,“Bukankah kau tadi sangat penasaran,hm?”

Luhan terdiam sejenak,berusaha mencerna apa yang sebenarnya terjadi.

“Ah,ne!…Mianhae,aku lupa!!…”seru Luhan,“Chakkaman,hyung.Aku ganti baju dulu.”

Luhan berlari ke arah kamarnya untuk berganti baju.Sementara itu di ruang tamu,Sungmin tersenyum simpul melihat kelakuan namja yang sudah seperti adiknya itu.

“Dasar lambat.”gumam Sungmin sambil menatap foto Luhan yang dipajang di ruang tamu itu,“Seandainya kau tahu siapa yang malam ini datang…hah,sudahlah.”

“Hyung,apa aku membuatmu menunggu terlalu lama?”

Sungmin menoleh dan mendapati Luhan sudah berdiri di belakangnya,“Hei,kau cepat sekali.Sudahlah,ayo kita ke rumahku sekarang.”

Luhan mengangguk,lalu bergegas mengikuti langkah Sungmin.Di perjalanan,mereka sesekali mengobrol dan bercanda layaknya kakak dan adik.Yah,mereka berdua adalah anak tunggal.Karena itulah,mereka menganggap satu sama lain sebagai saudara kandung mereka sendiri.

“Sudah sampai.”ucap Sungmin,“Hei,jangan menutup matamu seperti itu!…Nanti kau ja-…”

BRUK!

“-tuh..”Sungmin melanjutkan kata-katanya sambil menahan tawanya karena Luhan sudah terjatuh tersandung batu.

“Ya!…Kenapa hyung menertawaiku?!”protes Luhan sambil membersihkan pakaiannnya yang kotor,“Berhenti tertawa!..”

“Salahmu sendiri,untuk apa kau menutup matamu.”balas Sungmin,lalu menarik tangan Luhan,“Aish,dasar lambat!…Palli!…”

“Mian,hyung~”

Sungmin memutar bola matanya bosan,kemudian membuka pintu rumahnya.

“Aku kembali!…”serunya,“Luhan,masuklah.”

Luhan mengangguk,lalu memasuki rumah Sungmin.Di ruang tamu itu,ada seorang namja tinggi yang sepertinya tidak asing lagi di matanya.

“Dia siapa,hyung?”tanya Luhan

“Kau sudah tidak ingat lagi ternyata…”balas Sungmin,“Dia tetanggamu dulu di China.”

Luhan tampak berpikir sebentar,“…Wu Fan?”

Namja itu tertawa,“Hei,rusa kecil!…Kenapa kau baru mengenaliku?”

“Kau benar-benar Wu Fan?”tanya Luhan seakan tak percaya,“Kau…si naga jelek itu kan?”

“Mwo?…Kau masih ingat julukan itu?…”balas Wu Fan,“Jangan memanggilku seperti itu lagi.”

“Kau tidak berubah.”ucap Luhan,“Tapi kenapa sekarang tinggimu menjulang seperti tower?…Aku kan lebih tua darimu,tapi aku lebih pendek darimu…”

“Memang nasibmu,rusa kecil.”balas Wu Fan,“Dari kecil kau memang lebih pendek dariku.”

“Menyebalkan.”Luhan mempoutkan bibirnya.Wu Fan tertawa.

“Kau juga tidak berubah.Tetap menggemaskan…!”celetuk Wu Fan

“Mwo?..Aku ini tampan,bukan menggemaskan!!”protes Luhan

“Memang begitu kenyataannya,Luhan-ah.”balas Sungmin yang sedari tadi diam seribu bahasa

“Kalian ini mainnya keroyokan.”Luhan kembali mepoutkan bibirnya

BRAK

“Mianhae,aku terlambat.”

Luhan,Sungmin & Wu Fan menoleh ke arah pintu ruang tamu,tempat suara itu berasal.Luhan membulatkan matanya saat melihat namja tinggi yang berada disana

“Kau…”

 

To Be Continued