Ordinary Love [Chapter 4]

Title : Ordinary Love – Chapter 4

Author : Haru Minami

Main Cast :

Im Yoona

Cho Kyuhyun as Lee Kyuhyun

Lee Donghae

Support Cast :

Other SJ and SNSD members

Pairing : YoonHae / KyuNa

Genre : Romance, Friendship etc

Warning : Typo(s), OOC, etc

>>>

Tapi,… bagaimana bisa aku merasakan hal yang sama saat berdekatan dengan mereka berdua?

 

Apa mungkin aku menyukai mereka berdua?

 

>>>

Tanpa terasa, 3 hari berlalu dengan cepatnya. Hari ini adalah hari olimpiade matematika itu berlangsung. Donghae, Kyuhyun dan Yoona sudah berkumpul di tempat pelaksanaan, sedangkan guru mereka belum ada yang datang. Mereka terlihat seperti anak yang ditelantarkan (mirip author dulu-_- /abaikan)

“Kapan Kim songsaenim dan Jung songsaenim datang?…” tanya Yoona kesal, “Kurasa kita sudah menunggu cukup lama.”

“Kita seperti anak yang ditelantarkan.” celetuk Kyuhyun, “Padahal sebentar lagi olimpiade ini akan dimulai…”

“Aku haus. Hei, bagaimana jika kita mencari minuman di sekitar sini?” usul Donghae, “Apa kalian tidak merasa haus?”

“Ide bagus!…” seru Yoona bersemangat.

“Kau benar hyung. Lihat, disana ada kedai bubble tea.” tanggap Kyuhyun, “Bagaimana? Apa kalian menyukai bubble tea?”

“Aku suka!!…” seru Yoona.

“Aku tahu kau suka. Kau kan pemakan segala macam jenis makanan dan minuman.” balas Kyuhyun, “Aku bahkan heran mengapa kau bisa kurus.”

“Apapun yang kumakan, pasti larinya ke otak… Karena itulah aku cerdas.” jelas Yoona.

“Penjelasan macam apa itu?… Kau lucu sekali.” ucap Donghae, “Kajja, kita kesana.”

Singkat kata, mereka pergi ke kedai bubble tea itu.

“Apa yang ingin anda pesan?” tanya sang pelayan.

“Emm… Bubble tea rasa taro… 3 gelas.” balas Donghae.

“Chakkaman!… Aku tidak ingin bubble tea rasa taro.” sela Yoona.

“Wae?…. Kupikir kau bukan orang yang suka memilih makanan ataupun minuman.” tanya Kyuhyun, “Jadi kau ingin rasa apa?”

“Ah, gwenchana. Kurasa rasa taro lumayan juga.” balas Yoona. Kyuhyun memutar bola matanya bosan. Donghae tertawa kecil.

“Ah, mian. Kami pesan 3 bubble tea rasa taro.” pesan Donghae.

“Gwenchana. Tunggu sebentar, saya akan mengambilkan pesanan anda.” balas pelayan itu.

“Dasar labil.” sindir Kyuhyun.

“Dasar setan.” balas Yoona.

“Mwo?… Kau sudah berani membalasku?” tanya Kyuhyun, “Dasar penyihir.”

“Yak!… Aku bukan penyihir!…” protes Yoona.

“Hei, hei. Pesanan kalian sudah datang.” sela Donghae, “Minumlah. Rasanya segar sekali.”

Donghae membagikan bubble tea itu. Kyuhyun langsung meminum bubble tea tersebut, sedangkan Yoona hanya menatap bubble tea miliknya.

“Wae, Yoona-ah? Ada yang salah?” tanya Donghae.

“Aniya… Aku hanya merasa bingung, bubble tea ini sudah berkurang isinya tetapi aku belum meminumnya.” terang Yoona, “Apa sunbae sudah meminum bubble tea ini?”

“Eh?…” balas Donghae, “Omo!… Aku salah memberi bubble tea padamu… Tapi bubble tea milikmu juga sudah terlanjur kuminum…”

“Hm. Ya sudah, aku minum saja.” ucap Yoona, lalu meminum bubble tea yang dipegangnya. Tunggu,… Jika bubble tea itu sudah diminum Donghae, kemudian diminum Yoona… berarti…

Itu… ciuman tidak langsung?!

Yoona menggeleng-gelengkan kepalanya saat memikirkan hal tersebut. Ia menundukkan kepalanya, berusaha menyembunyikan rona merah di pipinya.

Donghae menatap Yoona heran, “Yoon, gwenchanayo?”

“E-Eh?…” balas Yoona tergagap, “Ahh, nan gwenchana.”

“Eoh?…Jinjja?…” tanya Kyuhyun, “Lalu, ada apa dengan wajahmu?”

“Memangnya wajahku kenapa?” Yoona balik bertanya.

“Wajahmu memerah.” jawab Donghae, “Apa kau sakit?”

Yoona membulatkan matanya, lalu buru-buru menundukkan kepalanya, “Ani.”

“Lee Donghae, Lee Kyuhyun, Im Yoona!!”

Donghae, Kyuhyun dan Yoona sontak menoleh ke arah sumber suara. Tampak Kim songsaenim dan Jung songsaenim tengah berlari menghampiri mereka.

“Wae, songsaenim?” tanya Kyuhyun santai.

Kim songsaenim menghela nafas, “Apa kalian tidak tahu olimpiade akan segera dimulai?”

“MWOO?!”

— SKIP TIME —

“Untung saja tadi itu kami cepat menemukan kalian.” ucap Jung songsaenim, “Kalian bisa di-diskualifikasi kalau kalian terlambat.”

“Seharusnya kalian menunggu kami di dalam sekolah saja.” timpal Kim songsaenim, “Heuhh~… Kalian benar-benar merepotkan.”

“Jung songsaenim, Kim songsaenim…” panggil Kyuhyun, “Err… Mianhae…tapi, bisakah songsaenim berhenti mengomel?… Kepalaku benar-benar serasa akan meledak.”

“Kyuhyun benar.” tambah Donghae, “Kami baru saja terlepas dari soal-soal mengerikan itu, dan kini kami harus mendengar ini.”

“Lagipula, kami kan tidak di-diskualifikasi. Jadi akhiri saja masalah ini.” timpal Yoona.

Kim songsaenim menghela nafas, “Ne…Arraseo.”

“Kalau begitu, kalian bisa pulang sekarang.” ucap Jung songsaenim, “Kami pergi dulu.”

“Ne… Sampai jumpa, songsaenim!…” seru Yoona, Kyuhyun dan Donghae serempak. Kim songsaenim dan Jung songsanim-pun pergi.

“Hei, apa yang kalian tunggu?” tanya Yoona, “Kenapa kalian tidak langsung pulang?”

“Kalau kami langsung pulang, kau akan sendirian.” jawab Donghae, “Aku akan menemanimu dulu. Kyuhyun-ah, pulanglah duluan.”

“Shirheo!… Aku ikut dengan kalian saja.” tolak Kyuhyun, “Aku tidak mau sendirian di rumah.”

“Sendirian?… Orangtua kalian dimana?….” tanya Yoona.

Hening sejenak. Yoona menaikkan sebelah alisnya.

“Err… apa ada yang salah dengan pertanyaaanku?…” tanya Yoona hati-hati. Donghae dan Kyuhyun tersenyum getir.

“Aniya.” balas Kyuhyun, “Hanya saja kami tidak punya orangtua.”

Yoona membulatkan matanya, “Tidak… punya orangtua?”

Donghae terkekeh, “Bukannya kami tidak memiliki orangtua,… hanya saja…”

“Hanya saja?” ulang Yoona penasaran.

“Orangtua kami bercerai. Appa kami menikah lagi. Umma kami pergi dari rumah karena tidak bisa mengurusi kami lagi.” jelas Donghae, “Karena itulah Kyuhyun mengatakan kami tidak memiliki orang tua.”

“Percuma kau berkata seperti itu hyung, sekarang kita memang tidak memliki orangtua.” ucap Kyuhyun. Donghae menghela nafas panjang, perkataan Kyuhyun ada benarnya.

“Lalu bagaimana bisa kalian sekolah disini?… Bukankah sekolah ini adalah sekolah yang mahal?” tanya Yoona.

“Kami mendapat beasiswa.” terang Donghae, “Emm,… Yoon, sepertinya kau sudah dijemput.”

Yoona menoleh, mengedarkan pandangannya untuk mencari seseorang yang menjemputnya, “Ah ne, aku sudah dijemput. Kalian pulanglah, jaga diri kalian!”

“Nee…”

>>>

“Orangtua kami bercerai. Appa kami menikah lagi. Umma kami pergi dari rumah karena tidak bisa mengurusi kami lagi.” jelas Donghae, “Karena itulah Kyuhyun mengatakan kami tidak memiliki orang tua.”

Perkataan Donghae kembali terngiang di kepala Yoona. Entah mengapa, ia merasa ada hal yang mengganjal akibat perkataan Donghae tadi. Tapi apa?

Yoona menghela nafas bosan. Untuk menghilangkan rasa bosan yang menghinggapi dirinya, ia memutuskan untuk membuka situs jejaring sosial miliknya. Mungkin saja ada hal yang menarik.

Tampaknya tak ada hal yang menarik sehingga Yoona hampir ingin mematikan laptopnya. Namun sepertinya ada hal yang membuat Yoona berhenti sejenak dan mengurungkan niatnya tersebut.

National Singing Contest

 

“Kyuhyun!”

 

>>>

Donghae baru saja keluar dari kelasnya. Terkadang ia menguap mengingat baru saja ia belajar sejarah. Pelajaran sejarah yang layaknya dongeng pengantar tidur.

Namun kantuknya segera hilang ketika matanya menangkap sesosok yeoja. Senyumnya merekah. Ia melambaikan tangannya pada yeoja itu, Yoona.

“Yoon!” panggil Donghae. Yoona menoleh, kemudia berlari menghampiri Donghae. Donghae menaikkan sebelah alisnya.

“Wae? Tampaknya kau sangat terburu-buru…” tanya Donghae.

“A-ah… ne. Apa sunbae melihat Kyuhyun?” tanya Yoona.

PRAKK

Hancur sudah. Ternyata Yoona tidak mencarinya, namun malah mencari adiknya. Sejenak Donghae menghela nafas, berusaha untuk menenangkan dirinya. Ia tersenyum, menutupi rasa kecemburuannya. Fake smile. . .

“Kyuhyun?… Kalau tidak salah sekarang dia berada di perpustakaan.” jawab Donghae, “Ada apa?.. Kenapa kau mencarinya?”

“Bukan sesuatu yang sangat penting sebenarnya…” terang Yoona, “Hmm, gamsa hamnida sunbae!… Aku pergi dulu~”

“Ne…”

Donghae tersenyum pahit menatap punggung yeoja yang disukainya itu. Ia menghela nafas panjang kembali.

“Mungkin aku tak lebih dari seorang sunbae baginya…”

>>>

“Kyuhyun-ah!!”

Yoona berlari terengah-engah menghampiri Kyuhyun. Sepertinya Yoona benar-benar sudah lupa kini ia berada di perpustakaan.

Kyuhyun meletakkan buku yang tengah dibacanya, “Waeyo?”

“Apa kau sudah tahu tentang ‘National Singing Contest’?” tanya Yoona. Kyuhyun terkekeh, kemudian mengangguk.

“Tentu saja. Apa kau berlari kesini hanya untuk menanyakan itu padaku?” tanya Kyuhyun balik.

“Kyuhyun-ah, apa kau masih ingat kata kataku yang waktu itu?” tanya Yoona lagi, “Kalau kau ingin dikenal sebagai seorang Lee Kyuhyun, kau harus melakukan sesuatu yang lebih baik daripada Donghae sunbae.”

“Lalu?… Apa hubungannya dengan hal ini?…” Kyuhyun kembali bertanya, “Pfft, jangan bilang kau ingin aku mengikuti kontes itu.”

“Ne. Aku ingin kau mengikuti kontes itu.” ucap Yoona, “Bukankah kau ingin dikenal sebagai Lee Kyuhyun, bukan sebagai adik seorang Lee Donghae?… Aku menyukai suaramu. Aku yakin kau bisa memenangkan kontes itu.”

Kyuhyun memutar bola matanya bosan, “Kau terlalu yakin.”

“Terserah, aku pergi dulu.” balas Yoona sambil membalikkan badannya. Kemudian ia pergi meninggalkan Kyuhyun disana.

“Aku menyukai suaramu. Aku yakin kau bisa memenangkan kontes itu.”

“Jika dipikir-pikir lagi, mungkin tak ada salahnya untuk mencoba.”

>>>

Im Yoona, sebenarnya kau menyukai siapa?…

 

To Be Continued

Advertisements

15 thoughts on “Ordinary Love [Chapter 4]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s