Ordinary Love [Chapter 3]

Title : Ordinary Love – Chapter 3

Author : Haru Minami

Main Cast :

Im Yoona

Cho Kyuhyun as Lee Kyuhyun

Lee Donghae

Support Cast :

Other SJ and SNSD members

Pairing : YoonHae / KyuNa

Genre : Romance, Friendship etc

Warning : Typo(s), OOC, etc

>>>

 

“Lihat bagaimana menariknya dia. Ia cantik dan cerdas. Ia juga baik hati… Tak salah aku jatuh cinta padanya.”

 

>>>

 

Yoona berlari menyusul Kyuhyun. Kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari Kyuhyun. Tak lama kemudian, matanya menangkap sosok yang familiar baginya – Kyuhyun. Ia langsung menghampiri namja yang tengah merenung itu.

 

“Err… Kyuhyun-ah…”

 

Kyuhyun sama sekali tak bergeming saat Yoona memanggilnya. Ia tetap diam, duduk dengan pandangan duduk ke bawah layaknya orang yang merenung.

 

“Mianhae.” ucap Yoona.

 

Kyuhyun tertawa kecil mendengar ucapan Yoona, “Gwenchana. Kau tidak salah, mungkin memang aku yang salah.”

 

“Ani.” balas Yoona sembari duduk di dekat Kyuhyun, “Kau tidak bersalah.”

 

“Jinjja? Lalu mengapa orang-orang menjauhiku?” tanya Kyuhyun, “Tentu saja karena aku ini bersalah. Aku ini aneh, usil…”

 

Yoona tetap diam, menunggu ucapan Kyuhyun yang selanjutnya.

 

“Aku sangat berbeda jika dibandingkan dengan hyungku. Donghae hyung memiliki banyak kelebihan. Sedangkan aku?…” sambung Kyuhyun, “Aku memang payah.”

 

“Kata siapa?”

 

Kyuhyun terkekeh saat mendengar suara itu. Suara namja, artinya bukan suara Yoona. Suara itu adalah suara Donghae.

 

“Dengar, Lee Kyuhyun. Aku memang memiliki banyak kelebihan, namun aku juga memiliki banyak kekurangan.” hibur Donghae, “Kau juga memiliki banyak kelebihan.”

 

“Hmpfh. Untuk apa hyung menghiburku begitu? Aku bukan anak kecil.” balas Kyuhyun, “Aku tahu aku ini payah.”

 

“Ani,…Kau memang memiliki banyak kelebihan!…” timpal Yoona.

 

“Kalian sama saja. Kalian pikir, aku ini anak kecil yang mudah ditipu?” tanya Kyuhyun, “Aku tidak bodoh.”

 

Yoona menggeleng, “Bukan begitu, tapi a-…”

 

“Biarkan saja dia.” potong Donghae, lalu menarik lengan Yoona, “Kita pergi.”

 

“Tapi-…”

 

Kyuhyun tersenyum kecil melihat kelakuan hyungnya dan Yoona. Namun, tak lama kemudian ia melanjutkan untuk merenung.

 

Sementara itu, Donghae dan Yoona pergi ke sebuah kedai.

 

“Lepaskan tanganmu.” pinta Yoona, “Appo…”

 

“Eoh?…Mianhae…” ucap Donghae sambil melepaskan pegangannya dari lengan Yoona.

 

“Untuk apa kita ada disini?” tanya Yoona.

 

“Ternyata kau tidak sepintar yang kukira.” balas Donghae, “Tentu saja kita disini untuk makan.”

 

“Makan?” ulang Yoona bingung.

 

“Ne, ramyun disini sangat enak. Kau harus mencobanya.” balas Donghae, “Kau kan shikshin.”

 

“Mwo? Darimana dia tahu aku suka makan?” batin Yoona.

 

“Permisi, apa yang ingin anda pesan?” tanya seorang pelayan yang entah sejak kapan berada di dekat mereka.

 

“Hmm… 2 ramyun dan 2 air mineral dingin.” pesan Donghae.

 

“Baik, harap tunggu pesanannya.” ucap pelayan itu, “Ngomong-ngomong, kalian adalah pasangan yang sangat serasi.”

 

Yoona membulatkan matanya, “Mwo? Pasangan?”

 

“Kami tidak ada hubungan apa-apa.” jelas Donghae. Pelayan itu tampak terkejut.

 

“Eoh?…Jinjja?…Aigoo, jeongmal mianhae…” ucap pelayan itu, “Baiklah, saya pergi dulu.”

 

Pelayan itu kemudian pergi. Donghae tertawa kecil.

 

“Hei, apanya yang lucu?” tanya Yoona.

 

“Aniya…Hanya saja…” balas Donghae, “Bagiku yang tadi itu lucu.”

 

“Yak!… Tadi itu sama sekali tidak lucu!!” seru Yoona.

 

“Ne,.. Arrayo. Sudahlah, yang tadi itu lupakan saja.” balas Donghae.

 

Yoona terdiam. Donghae mulai memainkan smartphonenya, sedangkan Yoona mulai larut dalam lamunan.

 

“Ngomong-ngomong, kalian adalah pasangan yang sangat serasi.”

 

DEG

 

Pipi Yoona memanas mengingat perkataan pelayan itu. Jantungnya berdetak lebih cepat daripada biasanya.

 

“Apa ini?… Apa yang sedang kurasakan?” batin Yoona.

 

“Yoon?”

 

Suara Donghae sukses membuat lamunan Yoona buyar seketika.

 

“E-eh?… Ne?” balas Yoona.

 

“Pesanan kita sudah datang.” ucap Donghae, “Makanlah. Aku yang traktir.”

 

“Ne… Gamsa hamnida, sunbae.”

 

>>>

 

– Day 3

 

“Waktu kita latihan tinggal 3 hari lagi.” ucap Donghae, “Kita harus lebih serius mengerjakan soal-soal ini. Hwaiting!”

 

Hening.

 

Donghae menghela nafasnya. Yoona kini tengah melamun, sedangkan Kyuhyun pergi entah kemana. Perpustakaan ini benar-benar hening sekarang.

 

“Sunbae.” panggil Yoona tiba-tiba, “Apa boleh aku mencari Kyuhyun?”

 

“Tentu saja.” balas Donghae. Tak lama kemudian, Yoona sudah pergi dan Donghae benar-benar sendirian di perpustakaan itu.

 

“Ahh~ Jika aku menjadi Kyuhyun, apa dia juga akan sangat perhatian padaku?” batin Donghae

 

TAP TAP TAP

 

Yoona berjalan menyusuri koridor. Matanya mencari sosok Kyuhyun. Langkahnya langsung terhenti saat mendengar suara piano.

 

“Itu pasti Kyuhyun!” batin Yoona. Ia langsung berlari menuju ruang musik. Dengan terburu-buru, ia membuka pintu ruang musik.

 

BRAK

 

Dugaannya benar. Kini, di hadapannya Kyuhyun tengah bermain piano sambil bernyanyi. Tampaknya Kyuhyun tak menyadari kehadiran Yoona.

 

Hanbeoman nal saranghaejwoyo…

Hanbeoman michidorok bulleobwado doenayo…

Naemamhana deohajuryeo…

Geudaegyeote ireoke gakkai gallaeyo…

 

( Kyuhyun – Just Once )

 

Yoona seakan terhipnotis mendengar suara nyanyian Kyuhyun. Ia bahkan tidak menyadari bahwa Kyuhyun sudah selesai menyanyikan lagu tersebut.

 

“Yoona-ah?”

 

Suara Kyuhyun membuat Yoona tersadar dari lamunannya. Saat Yoona tersadar dari lamunannya, ia baru menyadari bahwa wajah Kyuhyun cukup dekat dengannya.

 

“E-eh?” balas Yoona gugup, “A-ah, kau sudah selesai?”

 

Kyuhyun terkekeh, “Ne. Aku cukup baik dalam bermain piano, kan?”

 

“Hm. Lumayan.” balas Yoona.

 

Hening sejenak. Tak ada yang berniat untuk memecah keheningan itu.

 

“Yoona-ah / Kyuhyun-ah..” panggil mereka bersamaaan.

 

“Kau duluan saja.” ucap Kyuhyun.

 

“Kurasa aku sudah mengetahui salah satu kelebihanmu!” seru Yoona, “Kau pandai bernyanyi… Aku kagum dengan suaramu.”

 

“Eo? Jinjjayo?” tanya Kyuhyun dengan mata berbinar.

 

“Jangan tunjukkan wajah seperti itu, wajahmu menjadi aneh.” balas Yoona, “Tapi, jujur… Aku menyukai suaramu itu. Suaramu sangat indah.”

 

Kyuhyun tertawa. Wajahnya terlihat sangat senang. Rasanya baru kali ini Yoona melihat Kyuhyun tertawa seperti itu.

 

“Jika ia tertawa seperti itu, dia terlihat tampan.” batin Yoona, “Yak!… Apa yang kupikirkan?”

 

Rona merah menjalar di pipi Yoona. Jantungnya juga berdetak lebih cepat daripada biasanya. Apa yang ia rasakan saat ini sama dengan yang ia rasakan saat berdekatan dengan Donghae.

 

“Ck, apa yang kurasakan?” batin Yoona.

 

“Em, Yoona-ah… Apa kita tidak latihan hari ini?” tanya Kyuhyun, membuyarkan lamunan Yoona ( lagi ).

 

“T-tentu saja kita latihan.” jawab Yoona, “Donghae sunbae sudah menunggumu di perpustakaan.”

 

“Kajja, kita kesana.”

 

>>>

 

Cinta itu… apa?

 

Apa kini aku tengah jatuh cinta?

 

Tapi,… bagaimana bisa aku merasakan hal yang sama saat berdekatan dengan mereka berdua?

 

Apa mungkin aku menyukai mereka berdua?

 

Ahh… tidak mungkin.

 

>>>

 

To Be Continued

Advertisements

17 thoughts on “Ordinary Love [Chapter 3]

  1. Ku harap Endingnya KyuNa #Ngarep…
    Klo bisa sich 🙂 soalnya kan kasian, kyuppa klo yoong eonnie sm hae oppa 😦

  2. Yaaaahhh pndk bngd sih thooorr,,
    pnasaran tw sma klnjtan ny,,
    ntar ending ny yoonhae ajja yah thoorr,aq mohooon!!hee,,
    ditunggu klnjtan ny,
    jgn lma2!!hee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s